Pages

Tampilkan postingan dengan label Tasawuf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tasawuf. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Agustus 2011

Makna Syair "Sluku-Sluku Bathok"

Sluku-sluku bathok 
Bathoke ela-elo
Si Rama menyang Solo
Oleh-olehe payung mutho
Pak jenthit lolo lo bah
Wong mati ora obah
Yen obah medeni bocah
Yen urip golekko dhuwit

Lagu sederhana ini karya para wali jaman dulu, Yang begitu luas pemahamannya tentang agama, Yang begitu dalam ungkapan jiwa seninya, Yang begitu peduli pada pendidikan anak negeri, Yang begitu bersemangat sebarkan kebajikan.

Makna yang terkandung di dalam lagu tersebut, Namun perlu kalian ingat bahwa ini hanya pemahaman sebagian kita yang masih dangkal, Suatu saat kelak Mungkin ada yang lebih baik lagi memahami ini.

"Sluku-sluku bathok"
Kalimat ini mempunyai beberapa penafsiran, ada yang mengatakan kalau kalimat ini berasal dari bahasa arab "Ghuslu-ghuslu bathnaka", yang artinya mandikanlah batinmu. Maksudnya, kita harus membersihkan batin dulu sebelum membersihkan badan atau raga. Sebab lebih mudah membersihkan badan dibandingkan membersihkan batin atau jiwa. Ada pula yang menafsirkan lain, yaitu berasal dari bahasa arab "usluk-usluk bathnak", yang artinya Jalankanlah batinmu. Maksudnya, kita harus menjalankan batin kita untuk mendekat dengan Allah, tidak hanya raga kita saja yang melakukan sholat atau ibadah lainnya, melainkan batin kita juga, bahkan ke-khyusu'an batin kita inilah yang  mengantarkan kita untu lebih dekat dengan Allah.

"Bathoke ela-elo"
Lah sluku-sluku bathoke tadi dengan cara bagaimana? 
Yaitu dengan cara ela-elo. Yakni dengan cara "Batinmu (melantunkan): laa ilaaha illallaah", maksudnya, hati kita harus  senantiasa berdzikir kepada Allah, diwaktu senang apalagi susah, dikala menerima nikmat maupun musibah, sebab setiap persitiwa yang dialami manusia, pasti mengandung hikmah. Allah yang menciptakan kita, dan pastinya Dia juga yang mengerti kita. Tiada sandaran selain kepadaNya, sandaran dalam berfikir, bermain, bekerja, berkarya, dan semua aktifitas keseharian kita.

"Si Rama menyang Solo"
Siram (mandilah, bersuci) menyang (menuju) Solo (Sholat). Mandilah, bersucilah, kemudian kerjakanlah shalat. Maksudnya, sebelum kita mengerjakan sholat ataupun ibadah yang lainnya, kita harus siram, mandi, atau mensucikan diri dari hadas ataupun kotoran lahir-batin, karena Gusti Allah itu Maha Suci, dan sangatlah tidak sopan kalau kita menemuiNya dalam kedaan tidak bersih dan tidak suci. Jagalah sholat mulai sekarang, jaga sholat jangan sampai lupa, jaga sholat walau dalam kondisi lelah, capek, senang, sedih, bermain atau menyendiri, sebab sholat akan menjaga kita dari kesalahan, dari kesesatan jalan yang kita tempuh nanti. Ingatlah, maka kelak kalian akan menemukan "sirru maa yashilu", yaitu rahasia kenapa kita hidup di dunia ini, rahasia ibadah, rahasia segala ciptaan Allah, dan rahasia kalimat Laa ilaaha illallah.

"Oleh-olehe payung mutho"
Namun menjaga sholat saja belum cukup, kita juga harus mengucap "oleh-olehe payung mutho", yaitu mengucapkan "laa ilaaha illallah hayyun mauta". Maksudnya, kita harus senantiasa melanggengkan dzikir kepada Allah mumpung masih hidup, bertaubat sebelum datangnya maut. Ingat, manusia hidup di alam dunia tidak sekedar memburu kepentingan duniawi saja, tetapi harus seimbang dengan urusan-urusan ukhrowi.

"Pak jenthit lolo lobah"
Maka dari itu, "fajaddid allaila lubbah", yaitu perbaruilah (imanmu dengan ucapan laa ilaaha illallaah) pada malam ini, yaitu pada tengah (malam)Nya. Perbaruilah iman dengan memperbanyak dzikir, sujud, wirid kepadaNya, terutama dalam waktu-waktu sepertiga malam. Karena harus kita ingat, "Pak jenthit lolo lobah" (kematian itu datangnya tiba-tiba), tak ada yang tahu. Tak bisa dimajukan atau dimundurkan walau sesaat. Sehingga saat kita hidup, kita harus senantiasa bersiap dan waspada. Selalu mengumpulkan amal kebaikan sebagai bekal untuk dibawa mati.

"Wong mati ora obah
Yen obah medeni bocah"
Dan saat kematian sudah datang, semua sudah terlambat. Kesempatan beramal hilang. Banyak ingin minta dihidupkan tapi Allah tidak mengijinkan. Jika mayat hidup lagi maka bentuknya menakutkan dan mudharatnya akan lebih besar. Coba byangkan, bagaimana seandainya ada mayat hidup? pasti kita takut kan?

"Yen urip golekko dhuwit"
Maka dari itu, kesempatan terbaik untuk berkarya dan beramal adalah saat ini. Saat kita masih hidup. ingin kaya, ingin membantu orang lain, ingin membahagiakan orang tua? sekaranglah saatnya. Ketika uang dan harta benda masih bisa menyumbang bagi tegaknya agama Allah. Sebelum terlambat, sebelum segala pintu kesempatan tertutup.

Mudah-mudahan kelak kita semua bisa menerapkan dan mengamalkan makna dari syair di dalam lagu “SLUKU-SLUKU BATHOK” ini.Amien..............
Bukan hanya untuk sekedar lagu dolanan, akan tetapi merupakan keadaan yang harus dilakukan setiap manusia di bumi agar selalu dekat dengan Allah SWT.

Senin, 22 Agustus 2011

Dzikir Dalam Maksiat

Aku datang dengan semangat dan hati terpendam,
Ku jadikan cinta sebagai khayalan dikala sendirian.
Bukan sebagai pakaian yang suatu saat ku gunakan
Dan sewaktu-waktu ku buang ketika menjadi usang.

Aku terlalu sayang bukanlah meLanggar hukum tuhan
Aku terlaLu rindu bukan menuruti hawa nafsu,
Ku jadikan cinta sebagai taman ketika kerinduan
Bukan sebagai tuan yang ku sanjung laLu ku tinggalkan.

Aku mencintai bukanLah menuruti nafsu birahi
Aku merindukan bukan meniru hukum binatang,
Aku datang dengan cinta suci
Yang meninggalkn noda-noda berduri.

SambutLah aku dengan 10 jari
Dengan tangan terbuka di tempat yang sunyi
Tapi bukan berarti meLupakn syari’at iLahi.
Ku merindukan cinta yg suci abadi.

Adzab Meninggalkan Shalat Fardlu

Dosa Meninggalkan Shalat Fardhu :
  1. Shalat Subuh : satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.
  2. Shalat Zuhur : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat islam.
  3. Shalat Ashar : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup/meruntuhkan ka’bah.
  4. Shalat Magrib : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orangtua.
  5. Shalat Isya : satu kali meninggalkan tidak akan di ridhoi Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmatnya.
 Siksa di Dunia Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu :
  1. Allah SWT mengurangi keberkatan umurnya.
  2. Allah SWT akan mempersulit rezekinya.
  3. Allah SWT akan menghilangkan tanda/cahaya shaleh dari raut wajahnya.
  4. Orang yang meninggalkan shalat tidak mempunyai tempat di dalam islam.
  5. Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.
  6. Allah tidak akan mengabulkan doanya.
Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Menghadapi Sakratul Maut :
  1. Orang yang meninggalkan shalat akan menghadapi sakratul maut dalam keadaan hina.
  2. Meninggal dalam keadaan yang sangat lapar.
  3. Meninggal dalam keadaan yang sangat haus.
Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu di Dalam Kubur :
  1. Allah SWT akan menyempitkan kuburannya sesempit sempitnya.
  2. Orang yang meninggalkan shalat kuburannya akan sangat gelap.
  3. Disiksa sampai hari kiamat tiba.
Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Bertemu Allah :
  1. Orang yang meninggalkan shalat di hari kiamat akan dibelenggu oleh malaikat.
  2. Allah SWT tidak akan memandangnya dengan kasih sayang.
  3. Allah SWT tidak akan mengampunkan dosa dosanya dan akan di azab sangat pedih di neraka.
Mengenai balasan bagi orang yang meninggalkan Sholat Fardu, "Rasulullah SAW, diperlihatkan pada suatu kaum yang membenturkan kepala mereka pada batu, Setiap kali benturan itu menyebabkan kepala pecah, kemudian ia kembali kepada keadaan semula dan mereka tidak terus berhenti melakukannya. Lalu Rasulullah bertanya: "Siapakah ini wahai Jibril"? Jibril menjawab: "Mereka ini orang yang berat kepalanya untuk menunaikan Sholat fardhu". (Hadits Riwayat Tabrani, sanad shahih) 
Sumber : Dari Buku Himpunan Fadhilah Amal - Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandhalawi hal 107

Sabtu, 13 Agustus 2011

Suluk Manunggaling

Huruf-huruf adalah pertanda tinta; tiada satupun,
Kecuali yang diminyaki tinta; warna miliknya sungguh-sungguh khayali,
Warna tinta itulah yang muncul sebagai wujud nyata,
Namun tak dapat tinta dikatakan pisah dari adanya.
Batin huruf-huruf terletak dalam rahasia tinta,
Dan penampakkan lahirnya melalui ketentuan dirinya,
Huruf-huruf itu adalah ketentuan-ketentuannya, kegiatan-kegiatannya.

Dan tiada apapun selain ia. Pahami kias ini!

Huruf-huruf itu bukan ia; katakan bukan ia, jangan katakan mereka adalah ia,
Mengatakan demikian keliru, dan mengatakan ‘ia adalah mereka’ adalah igauan gila.

Sebab ia sudah ada sebelum huruf, ketika belum ada huruf; Dan ia tetap ada, bilamana huruf sama sekali sudah tak ada.

Lihat dengan baik setiap huruf; segera akan kau lihat binasa,
Kecuali wajah tinta yang tinggal, yakni Wajah Zat-Nya.
Dia-lah Yang Maha Agung, Maha mulia dan Maha kuasa!
Walaupun begitu, bagi seluruh penampakkan lahir mereka, huruf-huruf tersembunyi,
Mereka lebur dalam tinta, sebab penampakkan mereka tak lain penampakkan tinta.
Huruf tak menambah apapun pada tinta, dan tak mengambil sesuatupun,
Ia hanya menyingkap kepaduannya dalam aneka rupa,
Tanpa mengubah tinta. Adakah tinta dan huruf menjadikan dua?

Camkan kebenaran kata-kataku ini: tiada wujud disitu
Kecuali wujud tinta, bagi yang pemahamannya baik
Dan dimanapun huruf berada, selalu bersama tintanya.

Buka mata akalmu terhadap amtsal ini dan camkan.

Karya Syekh Alawi; diterjemahkan dari kutipan Martin Lings dan Hosen Nasr

Senin, 18 Juli 2011

Kikir Dan Takut Miskin

Alkisah, ada seorang pemuda kaya raya yang sangat kikir karena takut miskin. Saking pelitnya bahkan untuk makan sehari-hari pun dia rela hanya makan dengan sepotong ikan asin atau cukup dengan sambal terasi aja atau cukup dengan sebungkus mie instan… walaupun hartanya sangat melimpah.

Selain pelit, dia terkenal juga dengan akhlaqnya yang jelek dan kesombongannya yang melampaui batas. Hartanya dia taruh didalam kamar dengan pintu dari besi dan dengan kunci yang berlapis-lapis. Disitu ada emas batangan berkilo-kilo, perhiasan emas, intan permata dan bergebok-gebok uang seratus ribuan. Karena kerjaan dia sehari-hari cuman melihat dan menghitung harta saja maka kalau ada yang berubah tempat sedikitpun akan ketahuan olehnya apalagi kalau sampai ada yang hilang. Dia tidak rela hartanya berkurang sedikitpun karena takut miskin dan tidak dihargai lagi oleh orang lain kalau sampai kalah kaya.

Pada suatu hari dia mau makan dan kebetulan sudah tidak ada persediaan makanan sedikitpun, akhirnya dia memutuskan untuk membeli sebungkus mie instan di warung depan rumah. Keluarlah dia dari rumahnya untuk membeli mie instan diseberang jalan. Karena udah kelaparan dia langsung nyelonong nyeberang jalan tanpa tengak kiri dan kanan, tak tahunya dari arah kiri jalan sebuah sepeda motor melaju dengan kencangnya dan….. BRWAKKKKKK......................... tertabraklah ia dan langsung dilarikan kerumah sakit. Dirumah sakit dia mengalami koma dan setelah diperiksa ternyata dia mengalami luka dan pendarahan dikepala yang tidak ringan dan divonis dokter bahwa kemungkinan dia hidup hanya 25 %.

Dalam keadaan koma tersebut. dia merasa seolah-olah berjalan dalam suatu lorong sempit yang sangat panjang dan gelap gulita. Setelah berjalan cukup lama sampailah dia disuatu ruangan yang sempit, kotor, gelap dan disitu ada seorang lelaki tua renta, kurus kering, kudisan lagi dan baunya sangat menyengat hidung.

Dengan tangan sambil menutup hidung bertanyalah dia : “Kek, saya ini lagi dimana ? kok jelek amat sih tempatnya… dan kakek ini siapa?”

Jawab si Kakek: “Oh nak.. ini adalah tempat peristirahatanmu untuk sementara… sebelum engkau melanjutkan perjalanan.. dan aku adalah kawanmu yang akan menemanimu selama engkau disini..”.

Si pemuda nanya lagi: “Kek..,Apa engga ada tempat yang lebih baik dari ini..? dan apa engga ada orang lain yang bisa menemani aku selain engkau?” dengan nada sinis.

Si Kakek : “Tempat lain sih banyak…” sambil buka jendela , ”tuh lihatlah disebelahmu.., tapi tempatmu ya sini ini .. engga boleh tuker-tuker........... karena inilah tempat yang telah engkau pilih sendiri..” Dengan hati berdebar-debar dia lihatlah tempat-tempat disekelilingnya , ada tempat yang mirip dengan tempatnya, ada tempat yang mirip hotel berbintang lima dengan pelayan yang cakep-cakep, bahkan ada tempat yang lebih jelek darinya dan dengan pelayan yang lebih menjijikkan dari sikakek tadi.

Akhirnya dia bertanya lagi : “Kek.. sebenarnya ini tempat apa dan kapan aku memilih tempat tempat ini?”.

Kata si Kakek: “Ini adalah alam kubur dan aku adalah amalmu waktu didunia dulu.. Karena didunia kamu pelit, sombong, mentingin diri sendiri, ngga' pernah beribadah, ngga' pernah baca kitab suci dan tak pernah zakat dan bersodaqoh maka aku jelek begini dan tempat ini serem begini. Dan lihat tuh hartamu yang engkau timbun dulu sekarang ngga' ada manfaatnya dan siap dijadikan setrikaan untuk menyetrika punggungmu itu..” sikakek berkata sambil memegangi punggung si pemuda.

Dengan wajah penuh ketakutan si pemuda meronta-ronta dan akhirnya dengan ijin Allah dia terbangun dari komanya… Dan sejak saat itu insyaflah dia dan tidak pelit lagi membelanjakan hartanya dan mengeluarkan hak-hak fakir miskin… akhirnya dia berubah menjadi orang yang sholeh dan rajin beribadah…

Ikhwan............, SEKECIL APAPUN BAGI ORANG YANG BERSYUKUR SELALU LEBIH DARI CUKUP, NAMUN SEBANYAK APAPUN BAGI ORANG YANG TAMAK TETAP SAJA MERASA KURANG.

MULIA KITA DENGAN MEMBERI, ABADIKAN YANG TERSISA DENGAN SEDEKAH.
Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad
Bi'adadi man Shalla 'Alaih..................................

Iri, Dengki dan Hasud

Dengki (hasad, iri hati) dan serakah (tamak) termasuk penyakit hati dan akhlak (perangai) tercela. Menurut Iblis dalam kisah di atas, dua sifat buruk itu membuat manusia binasa.
Hasad merupakan sikap batin, keadaan hati, atau rasa tidak senang, benci, dan antipati terhadap orang lain yang mendapatkan kesenangan, nikmat, memiliki kelebihan darinya. Sebaliknya, ia merasa senang jika orang lain mendapatkan kemalangan atau kesengsaraan. Sikap ini termasuk sikap kaum Yahudi yang dibenci Allah (maghdhub).
“Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya…” (Q.S. 3: 120).
Janganlah kalian saling benci, jangan bersikap hasad, jangan saling membelakangi, dan jangan bermusuhan. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang besaudara!” (H.R. Bukhari dan Muslim).

SERAKAH yaitu sikap tidak puas dengan yang menjadi hak atau miliknya, sehingga berupaya meraih yang bukan haknya. Setiap orang berpotensi bersikap serakah.
“Jika seseorang sudah memiliki dua lembah emas, pastilah ia akan mencari yang ketiganya sebagai tambahan dari dua lembah yang sudah ada itu” (H.R. Bukhari dan Muslim).
“Jika seorang anak Adam telah memiliki harta benda sebanyak satu lembah, pasti ia akan berusaha lagi untuk memiliki dua lembah. Dan andaikata ia telah memiliki dua lembah, ia akan berusaha lagi untuk memiliki tiga lembah. Memang tidak ada sesuatu yang dapat memenuhi keinginan anak Adam kecuali tanah (tempat kubur, yakni mati). Dan Allah akan menerima tobat mereka yang bertobat” (H.R. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi).
Sikap serakah dapat mendorong orang mencari harta sebanyak-banyaknya dan jabatan setinggi-tingginya, tanpa menghiraukan cara halal atau haram. Karena serakahlah banyak pejabat korupsi, padahal mereka sudah bergaji besar, lebih dari cukup, plus berbagai tunjangan.
Keserakahan pun dapat membuat seseorang bersikap kikir alias tidak dermawan dan tidak peduli akan nasib orang lain. Serakah dan tamak telah membinasakan kaum sebelum umat Muhammad Saw.
“Jauhkanlah kikir dan tamak, karena hal itu telah membinasakan orang-orang sebelum kamu” (HR Muslim).

Wallahu a’lam Bisshawab............

Jumat, 15 Juli 2011

Jangan Marah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat.” Beliau Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari). 
Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia.”
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring.” (HR. Ahmad, Shohih)
Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani, Shohih)

Alquran menggunakan setidaknya dua kata yang memiliki makna marah, yaitu :
  1. Ghaidz artinya marah besar, yakni keadaan yang dialami oleh manusia saat mendidih darah hatinya, 
  2. Ghadab yang artinya adalah mendidihnya darah hati manusia untuk membalas dendam kepada obyek yang dimarahi.
Dari pengertian itu, maka ghadab adalah marah biasa, sedangkan ghaidz adalah marah besar. Dalam pengertian itu diketahui bahwa marah memiliki dua dampak sekaligus, dampak psikologis dan dampak fisik. Secara biologis adalah pada saat darah mengalami proses pendidihan dalam jantung atau hati. Oleh karena itu, orang yang sedang marah, lebih-lebih yang marahnya memuncak atau marah besar, biasanya tensi darahnya meningkat, sehingga berpengaruh secara fisik, misalnya pada raut mukanya. Karena itu Nabi SAW mengumpamakan marah dengan bara api dari neraka yang dinyalakan dalam hati anak manusia. Marah juga diumpamakan seperti racun dari api jahanam yang diletakkan pada mata manusia. Maka orang yang marah biasanya matanya merah, wajahnya mengkerut dan giginya beradu. Efek lahiriah lain dari marah adalah munculnya perbuatan atau gerak dan pembicaraan yang tidak teratur, sehingga seandainya orang yang sedang marah itu melihat wajahnya dalam cermin, maka ia akan malu. Sedangkan efek atau dampak psikologisnya adalah dengki, menyembunyikan kejahatan, sedih melihat kebahagiaan orang lain dan memiliki niat untuk menyebarkan hal yang sifatnya rahasia, merusak tabir, melecehkan dan perbuatan-perbuatan buruk lainnya (Lihat Buku Strategi Qurani, karangan Waryono, tahun 2004).

Orang yang marah emosinya tidak terkendalikan dan otaknya juga tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya kehilangan keseimbangan, perhitungan, dan strategi. Orang marah terkadang melakukan perbuatan-perbuatan seperti orang yang hilang ingatan, misalnya mencaci maki binatang dan benda-benda mati. Oleh karena itu tidak berlebihan jika dikatakan bahwa marah adalah pintu masuk pembuka segala macam kejelekan, sehingga marah bisa merupakan pintu masuknya setan ke dalam hati manusia.
Dalam pandangan Sa’id Hawwa (1998), sebab-sebab yang membangkitkan marah adalah: kesombongan, ujub, senda gurau, kesia-siaan, pelecehan, pencibiran, perdebatan, pertengkaran, pengkhianatan, ambisi pada harta dan kedudukan. Kesemuanya itu adalah akhlak yang sangat buruk dan tercela dalam agama.

Tips Menanggulangi Kemarahan
ada beberapa tips agar kita terhindar dari marah, diantaranya :
  1. Membaca ta’awudz yaitu, “A’udzubillahi minasy syaithanir rajiim”.
  2. Berwudlu
  3. Mengingat besarnya pahala orang yang bisa menahan luapan marahnya.
  4. Mengambil sikap diam, tidak berbicara.
  5. Duduk atau berbaring.
  6. Memikirkan betapa jelek penampilannya apabila sedang dalam keadaan marah.
  7. Mengingat agungnya balasan bagi orang yang mau memaafkan kesalahan orang yang bodoh.
  8. Meninggalkan berbagai bentuk celaan, makian, tuduhan, laknat dan cercaan karena itu semua termasuk perangai orang-orang bodoh.
Wallahu A'lam Bisshawab.....................

Kalau boleh saya tambahin, ada lagi tip supaya ga gampang marah n awet muda, diantaranya:
  • Menjalankan Ibadah tepat pada waktunya
  • Sering kumpul dan "Ngaji" bersama Orang-orang Alim.
  • Banyak berolah raga
  • Sering Ngasih Uang
  • Sering-sering Ntraktir
  • Dan lain sebagainya, semua yang berhubungan dengan shodaqoh, karena sesungguhnya shodaqoh itu adalan pohon surga. dan barang siapa yang berpegangan pada pohon surga niscaya akan dibimbing ke jalan surga.
Wah Asyik khan…. Makanya jangan sering marah, ntar cepet tua… kudu sabar kalau menghadapi masalah.........Oke!
Syukran Jaziilaa..........

Kamis, 14 Juli 2011

Hawa nafsu dan Syahwat

Hawa nafsu terdiri dari dua perkataan: hawa (الهوى) dan nafsu (النفس).
"Dalam bahasa Melayu "nafsu" bermakna keinginan, kecenderungan atau dorongan hati yang kuat. Jika ditambah dengan perkataan hawa (hawa nafsu), biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang tidak baik. Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan makanan. Nafsu syahwat pula bererti keberahian atau keinginan bersetubuh.
Sedangkan Syahwat mempunyai makna keinginan.

Ketiga perkataan ini (hawa, nafsu dan syahwat)berasal dari bahasa Arab:
Hawa (الهوى): sangat cinta; kehendak.
Nafsu (النفس): roh; nyawa; jiwa; tubuh; diri seseorang; kehendak; niat; selera; usaha.
Syahwat (الشهوة): keinginan untuk mendapatkan yang lazat; berahi.
Memperturuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan. Akibat pemuasan nafsu jauh lebih mahal ketimbang kenikmatan yang didapat darinya. Hawa nafsu yang tidak dapat dikendalikan juga dapat merusak potensi diri seseorang.
Sebenarnya setiap orang diciptakan dengan potensi diri yang luar biasa, tetapi hawa nafsu dapat menghambat potensi itu muncul kepermukaan. potensi yang dimaksud di sini adalah potensi untuk menciptakan keadilan, ketenteraman,keamanan, kesejahteraan, persatuan dan hal-hal baik lainnya.
Namun karena hambatan nafsu yang ada pada diri seseorang potensi-potensi tadi tidak dapat muncul kepermukan (dalam realita kehidupan). Maka dari itu mensucikan diri atau mengendalikan hawa nafsu adalah keharusan bagi siapa saja yang menghendaki keseimbangan, kebahagian dalam hidupnya karena hanya dengan berjalan dijalur-jalur yang benar sajalah menusia dapat mencapai hal tersebut.
Untuk itu, hendaklah setiap mukmin harus ekstra waspada terhadap sikap mengikuti hawa nafsunya. Dan diantara yang bisa dilakukan untuk mengalahkan tarikan hawa nafsu yang senantiasa memerintahkan dirinya agar melakukan maksiat, adalah :
  1. Takut akan adzab dan siksa Allah SWT. Karena hal ini merupakan pertahanan yang paling kokoh untuk menghindarinya dari mengikuti hawa nafsu, 
  2. Senantiasa meminta pertolongan kepada Allah Yang menggenggam hati hamba-hamba-Nya. sesungguhnya Allah telah menjanjikan hidayah kepada orang-orang yang meminta petunjuk kepada-Nya, sebagaimana disebutkan didalam hadits qudsi, ”Hai hamba-Ku, kamu sekalian berada dalam kesesatan, kecuali orang yang telah Aku beri petunjuk. Oleh karena itu, mohonlah petunjuk kepada-Ku, niscaya Aku akan memberikannya kepadamu!” (HR. Muslim)
  3. Berlindung kepada Allah dari kejahatan hawa nafsu dan syahwat jiwa.
Semoga kita senantiasa diberi kekuatan iman oleh Allaoh SWT. sehingga kita bisa memerangi nafsu syahwat kita, Amien Yaa Rabbal 'Alamien.....................
Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaahi Al 'Aliyyi Al 'Adhiim.................
Wallahu A'lam Bi Asshawab.

Menjaga Hati

Di dalam surat Al-Anfal ayat 24, Allah swt berfirman, "…ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan." 
Maksudnya adalah Allah lah yang menguasai hati seorang hamba.
Rasulullah Muhammad SAW. bersabda:
“Ketahuilah bahwa di dalam tubuh ini terdapat segumpal darah. Apabila segumpal darah itu baik, maka baik pula seluruh anggota tubuhnya. Dan apabila segumpal darah itu buruk, maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. Segumpal darah yang aku maksudkan adalah hati.” (Hadits Riwayat Al-Bukhari).
Dalam hadits riwayat Ahmad dan Ibnu Abu Syaibah Aisya RA., berkata, “Nabi SAW sering berdoa , "Wahai Tuhan yang maha membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku untuk selalu taat kepada-Mu".
Dari ayat dan hadits di atas, jelas sekali bahwa hati seorang hamba ada pada kekuasaan Allah swt. Ketika kita diperintahkan untuk menjaga hati, maka kita diperintahkan untuk tidak mengotori hati. Kotornya hati adalah karena maksiat. Maksiat yang kita lakukan seperti noda yang menutupi hati kita.
Hati yang tertutup noda maksiat ini akan menjadi hati yang sakit, bahkan berpeluang menjadi hati yang mati. Dengan istighfar dan taubat lah noda yang menutupi hati bisa dibersihkan.
Hati yang mati disebabkan syetan telah masuk kedalam jiwa kita. sehingga mengobrak-abrik semua semua kemurnian jiwa yang telah kita janjikan kepada Allah untuk dijaga sejak dalam rahim orang tua kita.
Untuk menjaga hati kita agar tidak dirasuki oleh syetan, maka kita harus menjaga pintu masuknya syetan ke dalam hati kita.karena sesungguhnya syetan masuk kedalam hati kita lewat gerbang pintu hati kita.
Diantara gerbang masuknya syetan ke dalam hati kita adalah :
  1. Marah
  2. Nafsu Syahwat
  3. Iri, Dengki dan Tamak / Serakah
  4. Kikir dan Takut Miskin
Itu adalah sedikit dari gerbang masuknya syetan ke dalam hati kita. Masih banyak gerbang-gerbang syetan yang lain yang harus kita jaga agar kesucian hati kita tidak ternoda.
Marilah kita selalu berdo'a kepada Allah agar hati kita selalu dijaga kesuciannya, serta berusaha menjaga perilaku kita.karena sesungguhnya ghoddlul bashor ilaa ghoddlul qulub (menjaga pandangan untuk menjaga hati).

Wallahu A'lam Bisshawab.



Minggu, 12 Juni 2011

Mari Tingkatkan Kesabaran Hati

Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mu'min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya." (HR. Muslim).

Setiap orang yang beriman digambarkan oleh Rasulullah SAW sebagai orang yang memiliki pesona, Karena sifat dan karakter ini akan mempesona siapa saja.
Kemudian Rasulullah SAW menggambarkan bahwa pesona tersebut berpangkal dari adanya positif thinking setiap mu’min.karena ia memandang segala persoalannya dari sudut pandang positif, dan bukan dari sudut nagatifnya.
Sebagai contoh, ketika ia mendapatkan kebaikan, kebahagian, rasa bahagia, kesenangan dan lain sebagainya, ia akan menyatakan dalam bentuk penysukuran terhadap Allah SWT. Karena ia tahu dan faham bahwa hal tersebut merupakan anugerah Allah yang diberikan kepada dirinya. Dan tidaklah Allah memberikan sesuatu kepadanya melainkan pasti sesuatu tersebut adalah positif baginya.
Sebaliknya, jika ia mendapatkan suatu musibah, bencana, rasa duka, sedih, kemalangan dan hal-hal negatif lainnya, ia akan bersabar. Karena ia meyakini bahwa hal tersebut merupakan pemberian sekaligus cobaan bagi dirinya yang pasti memiliki rahasia kebaikan di dalamnya. Sehingga refleksinya adalah dengan bersabar dan mengembalikan semuanya kepada Allah SWT.
Kesabaran merupakan salah satu ciri mendasar orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. Bahkan sebagian ulama mengatakan bahwa kesabaran merupakan setengahnya keimanan. Sabar memiliki kaitan yang tidak mungkin dipisahkan dari keimanan: Kaitan antara sabar dengan iman, adalah seperti kepala dengan jasadnya. Tidak ada keimanan yang tidak disertai kesabaran, sebagaimana juga tidak ada jasad yang tidak memiliki kepala. 
Oleh sebab itu, alangkah indahnya jika kita dapat menanamkan sifat sabar dalam diri kita.serta belajar menyikapi hidup dengan baik dan selalu positif thinking. 
Akhirnya, Mari kita selalu berdo'a kepada Allah agar diberi kekuatan iman dan kesabaran. Amien Yaa Rabbal 'Alamien............!

Minggu, 05 Juni 2011

Mari Menata Niat

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلعم.يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَ إِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى. فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَ رَسُوْلِهِ، وَ مَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ   (رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري و ابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة)
Dari Amīr al-Mu’minīn, Abū Hafsh ‘Umar bin Khattab RA., dia menjelaskan bahwa dia mendengar Rasulullah SAW. bersabda:
“Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) sesuai dengan niatnya. Barangsiapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang diniatkannya tersebut” (HR. al-Bukhāriy dan Muslim)

Dari Hadits di atas, kita bisa ambil kesimpulan bahwa :
1.    Tidak akan pernah ada amal perbuatan kecuali disertai dengan niat. artiya, semua amalan kita akan diterima oleh Allah apabila disertai dengan niat yang benar.
2.    Amal perbuatan tergantung niatnya.Artinya, semua amalan kita akan diterima oleh Allah sesuai dengan niat kita.
3.    Pahala seseorang yang mengerjakan suatu amal perbuatan sesuai dengan niatnya.
4.    Seorang ‘alim (guru, ustadz atau pendidik) diperbolehkan memberikan contoh dalam menerangkan dan menjelaskan.
5.    Keutamaan hijrah,
6.    Seseorang akan mendapatkan pahala kebaikan, atau dosa, atau terjerumus dalam perbuatan haram dikarenakan niatnya.
7.    Suatu amal perbuatan tergantung wasilahnya (Lantaran). Maka sesuatu yang mubah dapat menjadi suatu bentuk ketaatan dikarenakan niat seseorang ketika mengerjakannya adalah untuk memperoleh kebaikan, seperti ketika makan dan minum, apabila diniatkan untuk menyemangatkan diri dalam ketaatan.
8.    Suatu amal perbuatan dapat menjadi kebaikan yang berpahala bagi seseorang, namun dapat pula menjadi dosa yang diharamkan bagi seseorang yang lain, adalah sesuai dengan niatnya.

Oleh sebab itu, mari kita bersama-sama menata niat kita, jadikan amal dunia kita bernilai amal Akhirat yang menyebabkan kita mendapatkan Ridha dari Allah SWT.
Mari kita Awali semua langkah kita dengan niat yang baik, niat mencari Ridha Allah. 
Mari awali semua langkah kita dengan bacaan :
"Bismillahirrahmaanirrahiim."
"Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidinaa Muhammadin Bi'adadi man Shalla 'Alaih
Wa Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammadin Bi'adadi man lam yushhalla 'Alaih
Wa Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammadin Kamaa Tuhibbu An Yushalla 'Alaih
Wa Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammadin Kamaa Amarta an Yushalla 'Alaih
Wa 'Alaa Alihi Wa Shahbihi Ajma'iin..........................!"

Jangan Berburuk Sangka

Allah Subhanahu wa-Ta’ala mengharamkan hambaNya yang beriman dari menyimpan perasaan, persangkaan atau prasangka buruk terhadap Allah dan terhadap saudara-saudaranya yang seagama. Allah mengharamkan juga segala unsur, benih atau segala sesuatu yang menyebabkan timbulnya rasa buruk sangka terhadap sesama.  Pengharaman ini telah ditegaskan di dalam al-Quran dan hadith-hadith Nabi sallallahu ‘alaihi wa-sallam.
sebagaimana firman Allah dalam surat Al Hujurat : 12

يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِنَ الظَّنِّ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَلاَ تَجَسَّسُوْا 

وَلاَيَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَاْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيِّتًا فَكَرِهْتُمُوْهُ وَاتَّقُوْا اللهَ 

اِنَّ اللهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ
 
Artinya : 
"Hai orang-orang yang beriman!  Jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebahagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu mengumpat sebahagian yang lain. sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati?  Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya.  Dan bertaqwalah kamu kepada Allah.    Sesunguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang". AL-HUJURAAT, 49:12.

Disebutkan dalam Hadits Nabi SAW. 
 
عَنْ اَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اِيَّاكُمْ وَالظَّنِّ فَاِنَّ الظَّنَّ 

اَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَجَسَّسُوْا وَلاَ تَحَسَّسُوْا وَلاَ تَنَافَسُوْا وَلاَ تَحَاسَدُوْا وَلاَ تَبَاغَضُوْا 

وَلاَ تَدَابِرُوْا وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ اِخْوَانًا
 
"Dari Abi Hurairah berkata: Bersabda Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa-sallam: Aku peringatkan kamu dari prasangka sesungguhnya prasangka itu adalah bisikan yang paling bohong.  Dan janganlah kamu mencari-cari rahsia (kelemahan, ke’aiban dan keburukan saudaranya), janganlah merasa-rasakan (yang bukan-bukan), janganlah kamu melakukan pertengkaran, jangan berhasad (dengki), jangan berbenci-bencian, janganlah membelakangkan (saudaramu seagama).  Dan jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara".  H/R al-Bukhari.

Semua benih timbulnya buruk sangka yang dijelaskan oleh ayat al-Quran dan hadith-hadith di atas berpangkal dari hati yang rusak dan berpenyakit lantaran kejahilan (tidak berilmu agama).  Akhirnya menyebabkan lemah iman, lemah keperibadian, hilang panduan dan tidak tahu ke arah mana yang dituju, sehingga mudah berburuk sangka.
Orang-orang yang mempunyai penyakit ragu-ragu, was-was dan buruk sangka terhadap Allah dan terhadap ibadahnya, ia perlu segara meninggalkan penyakit tersebut dan segera bertaubat.  Agar ia tidak mengulanginya lagi, maka perlu dirawat dengan ilmu agama terutama ilmu aqidah.  Oleh sebab itu, setiap mukmin sewajarnya menyibukkan dirinya dengan menuntut ilmu seperti menghadiri majlis-majlis ilmu yang membahas tentang aqidah, ibdah, syari'at serta akhlaq.  Kerana hanya ilmu agama yang dapat merawat dan menyembuhkan penyakit ragu-ragu, was-was dan buruk sangka.


Selasa, 24 Mei 2011

Hidup Indah dengan Bershadaqah

Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di Jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui
(QS Al-Baqarah : 261)
Salah satu ibadah yang yang diperintahkan oleh Rasulullah adalah Sedekah. Tidak ada satupun orang yang yang bersedekah menjadi miskin, malah dengan bersedekah harta kita akan bertambah dan kita merasa dekat dengan Allah SWT. 
Keutamaan sedekah demikian banyak, sedekah dapat mengundang datangnya rizki, sedekah dapat menolah bala'. sedekah dapat menghilangkan penyakit, dan sedekah bisa memanjangkan umur serta kelak di Akhirat akan dimasukkan ke dalam surga Allah tanpa diperhitungkan amal perbuatannya dan terbebas dari adzab-Nya. Tapi yang lebih penting dari rahasia keutamaan bersedekah adalah bahwa Allah mencintai orang-orang yang bersedekah, Ketika Allah cinta kepada hamba Nya, maka Tidak ada masalahnya yang tidak diselesaikan Allah, Tidak ada keinginan yang tidak dijawab oleh Allah apapun itu, mungkin itu hutang yang belum terbayar ataupun masalah-masalah yang lainnya. Ketika dia menemukan hidupnya dalam kesulitan kemudian dia telah mendapatkan cintanya Allah walaupun kesulitan itu belum selesai, tapi ketenangan sudah Allah hadirkan, peluang sudah Allah munculkan, kesempatan-demi kesempatan juga Allah berikan kepadanya tinggal menunggu waktu jika orang-orang sudah dicintai Allah asal tetap bersabar dan tetap beristiqomah tidak ada masalah yang tidak diselesaikan Allah.serta yang paling kita nanti-nantikan adalah orang yang ahli shadaqah akan meninggalkan dunia dalam keadaan Husnul Khatimah.

Minggu, 22 Mei 2011

DO'A, IKHTIAR DAN TAWAKKAL


Do’a adalah salah satu sarana untuk pendekatan kepada Allah SWT yang biasa disebut taqarrub ilallah. Agar do’a dikabulkan oleh Allah SWT , ada syarat-syarat yang harus dipehuhi '' Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.'' (QS Al-Baqarah [2] : 186).
Ikhtiar adalah usaha manusia untuk memenuhi kebutuhan dalam hidupnya, baik material, spiritual, kesehatan, dan masa depannya agar tujuan hidupnya selamat sejahtera dunia dan akhirat terpenuhi. Ikhtiar juga dilakukan dengan sungguh-sungguh, sepenuh hati, dan semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan keterampilannya. Akan tetapi, apabila usaha kita gagal, Kita sebaiknya mencoba lagi dengan lebih keras dan tidak berputus asa. Kegagalan dalam suatu usaha, antara lain disebabkan keterbatasan dan kekurangan yang terdapat dalam diri manusia itu sendiri. Apabila gagal dalam suatu usaha, setiap muslim dianjurkan untuk bersabar karena orang yang sabar tidak akan gelisah dan berkeluh kesah atau berputus asa. Agar ikhtiar atau usaha kita dapat berhasil dan sukses, hendaknya melandasi usaha tersebut dengan niat ikhlas untuk mendapat ridha Allah, berdoa dengan senantiasa mengikuti perintah Allah yang diiringi dengan perbuatan baik, bidang usaha yang akan dilakukann harus dikuasai dengan mengadakan penelitian atau riset, selalu berhati-hati mencari teman (mitra) yang mendukung usaha tersebut, serta memunculkan perbaikan-perbaikan dalam manajemen yang professional.
Rasulullah S..AW. bersabda :

‘‘Jikalau kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenarnya niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti burung. Pagi-pagi ia pergi dalam keadaan lapar dan pulang di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR At Tirmidziy)

Ulama salaf berkata, ”Tawakal adalah sikap para Nabi dan ikhtiar adalah sunahnya.” Tawakal adalah kesungguhan hati dalam bersandar kepada Allah SWT.,Sandaran ini melahirkan jiwa yang penuh keyakinan, keberanian, dan optimisme. Tawakal itu pendobrak jiwa ketakutan dan kekerdilan yang menghadang kemajuan dan perubahan.
Saat Nabi Muhammad diprovokasi bahwa orang kafir telah mengerahkan seluruh tenaga dan kekuatannya untuk menghancurkan dakwah beliau, imannya justru semakin kokoh.
Kalimat yang terlontar dari lidah beliau adalah ”Hasbunallaahu wa ni’mal wakil, Allah yang mencukupi kami dan sebaik-baik tempat kami berserah diri.” Ini adalah ungkapan pembukitan bahwa tak ada satu penghadang pun yang mampu menyurutkan langkah besar beliau serta sebagai suri tauladan bagi kita ummat islam.
Tawakal pasti menggelorakan semangat berikhtiar. Ikhtiar merupakan takdir Allah bagi manusia dalam meraih dan mewujudkan segala sesuatu. di dalam Al Quran Allah berfirman :
”Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaanmu itu.” (QS Attaubah [9]: 105)
Kesungguhan ikhtiar merupakan tangga menuju kesuksesan. Ikhtiar merupakan satu-satunya penolong diri kita.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More