Pages

Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2011

Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa

Hal - Hal Yang Membatalkan Puasa Antara Lain :
  • Memasukkan sesuatu benda ke dalam rongga yang terbuka dengan sengaja

  • Muntah dengan sengaja.

  • Bersetubuh dengan sengaja, sekalipun tidak mengeluarkan mani.

  • Mengeluarkan mani dengan sengaja atau dengan jalan bersuka-suka seperti berpeluk cium dan sebagainya.

  • Haid atau nifas.

  • Gila sekalipun hanya sekejap 
  • Murtad, Yaitu orang yang keluar dari agama Islam, baik dengan hati, perkataan atau perbuatan.
     
    Mohaon Koreksi, Mohon maaf apabila ada kesalahan!
    Kalau ada yang mau menambahkan, Monggo.......................!!!!

Kamis, 04 Agustus 2011

10 Hari Pertama Bulan Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT. yang telah menumpahkan RahmatNya kepada seluruh Ummat manusia pada 10 hari pertama pada bulan Ramadhan ini, sehingga subhannallah, kondisi masjid di malam pertama di bulan ramadhan sangat padat. Orang berbondong-bondong untuk memakmurkan masjid. Hal ini di karenakan tensi tinggi keimanan umat Islam dan euforia untuk menyongsong bulan pengampunan ini. Kondisi masjid pada 10 hari pertama mungkin masih ramai, sesak dan padat pengunjung. Namun bagaimanakah keadaan masjid pada hari berikutnya di malam ramadhan. Apalagi kondisi masjid di luar ramadhan. Umat islam jarang dan enggan untuk memakmurkan masjid.begitu besarnya Allah memuliakan bulan Ramadhan.sampai-sampai Allah menurunkan rahmat begitu besar pada 10 hari pertama bulan Ramadhan, sehingga manusia sanggup menjalankan ibadah puasa serta ibadah-ibadah yang lain dengan sangat bersemangat.

Kondisi ini dikarenakan umat Islam diliputi keimanan yang tingi sehingga masih banyak yang melaksanakan puasa. Walaupun fase ini sangat sulit bagi beberapa orang. Biasanya kenyang pada siang hari namun kali ini harus menahan lapar di siang hari.

Puasa di dalam amalan syariat Islam tidak hanya menahan lapar, menahan dahaga dan menahan syahwat. Perlu juga puasa lisan, puasa pendangaran dna puasa penglihatan serta tetap menjaga hati ini. Puasa model ini adalah puasa yang sulit. perlu perjuangan untuk meraihnya. Puasa adalah ibadah yang sangat istimewa di sisi Allah.  Pada sebuah potongan hadist qudsi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim menjelaskan keutamaan puasa. Dari Abu Hurairah ra., dia berkata: “Rasulullah bersabda: “Allah berfirman: Setiap amalan anak Adam adalah untuknya sendiri kecuali puasa, karena puasa adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya…”

Amalan di bulan puasa ini dengan memperbanyak shalat sunah karena pahala yang didapat akan berlipat. Namun harus ikhlas karena Allah, janganlah pahala yang jadi target tapi proses pembelajaran diri untuk melaksanakan syariat islam dengan melaksanakan shalat sunah. serta memperbanyak membaca sholawat Setelah shalat iringi dengan memperbanyak do'a dan membaca Al-qur'an. Memperbanyak shodaqah, dengan banyak cara. memberi takjil bagi orang yang berbuka, memberikan makan sahur Pahala nya sama seperti orang yang melakukan puasa 1 hari.

Semoga Puasa serta semua amal baik kita diterima Oleh Allah SWT. Amien.............Yaa Rabbal 'Alamien.............

Selasa, 02 Agustus 2011

Hakikat Puasa

Tujuan ibadah puasa adalah untuk mencapai derajat Taqwa. Orang yang bertaqwa adalah orang yang imannya senantiasa aktif membentuk dirinya, sehingga dia tetap istiqamah (konsisten) dalam beribadah berakhlaq mulia dan terjauh dari segenap dosa dan maksiat.
Banyak orang yang telah berulang kali puasa tiap tahun, ada yang sudah belasan kali, bahkan ada yang sudah puluhan kali berpuasa, namun taqwa masih jauh dari kehidupannya, imannya tidak aktif, ibadahnya tidak istiqamah, dan akhlaqnya jauh dari mulia, perbuatan dosa masih mengotori dirinya, yang dia dapatkan dari ibadah puasa hanya lapar dan dahaga saja.
Kenapa hal demikian dapat terjadi..........???
Jawabannya adalah : Karena mereka menduga bahwa puasa itu hanyalah sekedar menahan lapar dan haus saja, dan mereka juga memahami bahwa puasa itu adalah pengendalian hawa nafsu selama bulan Ramadhan saja, lalu setelah Ramadhan mereka kembali dikendalikan oleh hawa nafsunya.
Puasa bukan hanya sekedar menahan dan mengendalikan hawa nafsu dari makan dan minum. Hakekat puasa adalah : pengendalian diri secara total dengan kendali iman. Selain mengandalikan mulut dari makan dan minum, puasa juga mengendalikan lidah dari perkataan yang tidak terpuji, seperti bohong, gunjing, caci maki dan lainnya. Puasa juga pengendalian mata (ghadhul bashar) dari memandang hal yang diharamkan Allah seperti melihat tontonan aurat, tontonan maksiat dan lain-lain. Puasa juga mengendalikan telinga dari mendengarkan hal- hal yang tidak diridloi Allah seperti mendegar musik hura-hura, mendengar gosip dan lain-lain. Puasa juga mengendalikan kaki dan tangan dari tingkah laku yang tidak diridhai Allah. Sabda Rasulullah SAW :

مَنْ لَمْ يَدْعُ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ ِللهِ حَاجَةََ فِى أَنْ يَدْعُ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

Artinya: “Barang siapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan dan perbuatan yang tidak terpuji, maka bagi Allah SWT. tidak ada artinya dia meninggalkan makan dan minumnya (percuma dia berpuasa).

Demikianlah hakekat puasa yang akan membawa manusia beriman menuju taqwa yang merupakan puncak kemuliaan manusia dihadapan Allah swt.
Semoga kita termasuk hamba Allah yang bertaqwa.
Amiin.............Amien..............Yaa Rabbal 'Alamien...........!!!

Jumat, 29 Juli 2011

MARHABAN YAA RAMADHAN

Marhaban Ya Ramadhan.......................
Marhaban Ya Ramadhan.......................
Marhaban Ya Ramadhan.......................
sudah tidak sabar rasanya ingin berjumpa denganmu.

Marilah kita sambut bulan suci Ramadhan dengan gembira, seperti firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an yang artinya, Katakanlah: Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan“. (QS. Yunus{10} : 58)

Rasulallah SAW suatu hari di akhir bulan Sya’ban bersabda, “Wahai semua manusia, telah datang kepadamu bulan yang agung, penuh keberkahan, di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Diwajibkan padanya puasa dan dianjurkan untuk menghidupkan malam-malamya. Siapa yang mengerjakan satu kebaikan (sunah) pada bulan ini, seolah-olah ia mengerjakan satu kewajiban dibulan-bulan lain. Siapa yang mengerjakan ibadah wajib seakan-akan mengerjakan tujuh puluh kali kewajiban di bulan-bulan lain“. (Sahih Muslim dari Salman)
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini pintu surga dibuka selebar-lebarnya dan pintu neraka ditutup serapat-rapatnya. Pada bulan ini setan-setan dibelenggu. Dalam bulan ini ada satu malam yang keutamaan beramal di dalamnya lebih baik daripada beramal seribu bulan di bulan lain yaitu malam “Lailatul Qadar”. Pada bulan ini setiap hari ada malaikat yang menyeru menasehati siapa yang berbuat baik agar bergembira dan yang berbuat ma’siyat agar menahan diri.
Pada bulan ini wahyu Al-Qur’an pertama kali diturunkan, seperti firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an yang artinya,  
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu? malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar”. (QS. Al-Qadr{97} : 1-5)
Pada bulan Ramadhan kita diwajibkan untuk berpuasa, karena puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu dari rukun Islam. Seperti firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an yang artinya,  
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.(QS. Al Baqarah{2} : 183)
 Secara harfiyah puasa artinya menahan, yakni menahan diri dari segala hal yang dapat membatalkan puasa dan mengurangi nilainya sejak terbit fajar sampai terbenam matahari. Sedangkan Ramadhan secara harfiyah artinya membakar dan mengasah. Yang dimaksud adalah dosa-dosa seorang mukmin akan dibakar oleh Allah dan setelah Ramadhan dan insya Allah dia akan kembali kepada fitrah atau kesuciannya.
Rasulullah SAW bersabda yang artinya, “Puasa adalah perisai dari api neraka seperti perisainya seseorang di antara kamu dalam perang.” (HR Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ibnu Hibban). Puasa merupakan upaya penyucian jiwa, mengajarkan kepada manusia bagaimana mengangkat diri dari derajat hewan yang kebutuhannya hanya memenuhi perut, dan membiasakan untuk tabah dalam menghadapi liku-liku kehidupan. Puasa merupakan pembebas jiwa dari jeratan kenikmatan dan keasyikan rendah duniawi.
Dengan rasa lapar dan dahaga betapa kita dapat merasakan kesusahan mereka yang berada di garis kemiskinan yang sulit untuk mencukupi kebutuhan hidupnya bahkan untuk makan sehari-hari pun belum tentu ada. Ini adalah salah satu cara untuk melatih kasih sayang kita terhadap sesama muslim. Walaupun puasa di bulan Ramadhan hukumnya wajib (fardhu ‘ain), namun tidak semua orang mukmin wajib melaksanakannya. Allah ta’ala memberikan toleransi atau kelonggaran kepada umatnya untuk tidak melaksanakan puasa Ramadhan tetapi wajib mengqadha di bulan lain, yaitu orang yang  sedang sakit, musafir yang bepergian jauh, wanita yang sedang haidh, nifas da wiladah.  
Kemudian Allah juga memberikan kelonggaran untuk tidak mengerjakan puasa dan tidak wajib mengqadha, tetapi wajib membayar  fidyah (memberi makan sehari seorang miskin). Mereka adalah orang yang tidak lagi mampu mengerjakan puasa karena umurnya sangat tua dan lemah, wanita yang mengandung maupun menyusui, sakit menahun yang tidak ada harapan sembuh, orang yang sehari-hari kerjanya berat dan tidak mendapat pekerjaan lain yang ringan, dan lain sebagainya.
Tidak cukup sebatas itu kasih sayang yang Allah berikan pada umatnya di bulan Ramadhan, bagi yang sudah berkeluarga Allah juga memberikan pengertian. Seperti firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an yang artinya,  
“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu, mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar. kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, Maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa”. (QS. Al Baqarah{2} :187). 
(I'tikaf ialah berada dalam masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah).
Kemudian di akhir bulan Ramadhan atau sebelum Hari Raya Idul Fitri (1 syawal) kita diwajibkan untuk membayar zakat karena zakat merupakan salah satu rukun Islam. Seperti Firman Allah ta’ala dalam Al-Qur’an yang artinya, “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya”.(QS. Al Ahzab{33} :33)
Beberapa hikmah zakat adalah untuk membersihkan segala macam dosa dalam diri kita, pembersih harta, menghilangkan sifat kikir, sebagai tanda syukur kita atas nikmat Allah, sebagai penjalin cinta dan kasih sayang antara kaya dan miskin, untuk mencukupi kebutuhan pokok orang-orang miskin, sebagai penyeimbang kesenjangan sosial, dan masih banyak lagi.
 Sungguh mulianya bulan Ramadhan, di dalamya penuh dengan kasih sayang Allah terhadap umat-Nya. Semoga kita masih diberi kesempatan untuk bertemu bulan suci Ramadhan dan jangan lupa untuk mengoptimalkan kehadiran bulan Ramadhan itu untuk beribadah kepada Allah dan memperkokoh ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Semoga kita mendapatkan Kemenangan, amiin Ya Rabbal “alamiin.

Sabtu, 04 Juni 2011

Mari Berpuasa di bulan Rajab


Rasulullah bersabda : 

“Sesungguhnya Rajab adalah bulan ALLAH, Sya’ban Adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku”. “Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya’ban dan Ramadhan.
  • Barang siapa yang berpuasa satu hari dalam bulan ini dengan  ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari ALLAH  SWT;
  • Dan barang siapa berpuasa pada tgl 27 Rajab, akan mendapat pahala seperti 5 tahun  berpuasa;
  • Barang siapa yang berpuasa dua hari di bulan Rajab akan  mendapat kemuliaan di sisi ALLAH SWT;
  • Barang siapa yang  berpuasa tiga hari yaitu pada tgl 1, 2, dan 3 Rajab, maka ALLAH akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa  dan menyelamatkannya dari bahaya dunia, dan siksa akhirat;
  • Barang siapa berpuasa lima hari dalam bulan ini,  insyaallah permintaannya akan dikabulkan;
  • Barang siapa berpuasa  tujuh hari dalam bulan ini, maka ditutupkan tujuh pintu neraka  Jahanam dan barang siapa berpuasa delapan hari maka akan dibukakan  delapan pintu syurga;
  • Barang siapa berpuasa lima belas hari dalam  bulan ini, maka ALLAH akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu  dan menggantikan kesemua kejahatannya dengan kebaikan, dan barang  siapa yang menambah     hari-hari puasa maka ALLAH akan menambahkan  pahalanya."
  • Sabda Rasulullah SAW lagi :
    "Pada malam Mi'raj,  saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih  sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya  bertanya pada Jibril a.s.: "Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini ?" Maka berkata Jibrilb a.s.: "Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau dibulan Rajab  ini".

    oleh sebab itu, kalau kita ingin merasa kenyang besok di hari Qiyamat, maka, Mari kita berpuasa dan memperbanyak membaca shalawat di bulan yang penuh berkah ini!

    Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidinaa Muhammadin Bi'adadi man Shalla 'Alaih
    Wa Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammadin Bi'adadi man lam yushhalla 'Alaih
    Wa Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammadin Kamaa Tuhibbu An Yushalla 'Alaih
    Wa Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammadin Kamaa Amarta an Yushalla 'Alaih
    Wa 'Alaa Alihi Wa Shahbihi Ajma'iin..........................!!!
     

Kamis, 02 Juni 2011

Keutamaan Bulan Rajab


 "رجب شهر الله ، و شعبان شهري ، و رمضان شهر أمتي"

Artinya:
"Rajab adalah bulan Allah SWT, dan Sya'ban Adalah bulan ku, sedangkan Ramadhan adalah bulan umatku".

Di dalam kitab "Kanzun Najah Wassurur" disebutkan bahwa keutamaan bulan Rajab dibanding bulan-bulan lainnya bagaikan keutamaan ummat nabi Muhammad SAW. dibanding ummat yang lain.
Barang siapa menghidupkan malam pertama bulan Rajab dan mengisinya dengan berbagai ibadah, membaca al quran atau yang lainnya, maka hatinya tidak akan mati tatkala semua hati manusia mati.Allah akan memberikan kebaikan untuknya, dosa-dosanya diampuni dan kelak kemudian hari mendapat keistimewaan dapat menolong 70.000 ummat manusia yang semestinya masuk ke dalam neraka.
Dalam bulan Rajab dianjurkan memperbanyak berdo'a dan memohon kepada Allah SWT.
Disebutkan dalam hadits : "Ada lima malam dimana do'a yang dipanjatkan tidak akan ditolak, yaitu Permulaan malam bulan Rajab, malam pertengahan dari bulan sya'ban, malam jum'at, malam Iedul Fitri dan malam Iedul Adha."
Pada bulan Rajab, Nabi Muhammad SAW. sering membaca do'a :

اَللّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَب وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا شَهْرَ رَمَضَانَ، واَعِنَّا عَلَى الصِّيَامِ وَالْقِيَامِ وَحِفْظِ اللِّسَانِ، وَغَضِّ الْبَصَرِ، وَلاَ تَجْعَلْ حَظَّـنَا مِنْهُ الْجُوعَ وَالْعَطَشَ
Artinya :
“Ya Allah, berkahi kami di bulan Rajab dan Sya’ban, sampaikan kami pada bulan Ramadhan. Bantulah kami untuk melakukan puasa, qiyamul layl, menjaga lisan dan menjaga pandangan, dan jangan jadikan puasa kami hanya lapar dan dahaga.”

Sedangkan anjuran amalan-amalan di bulan Rajab sangatlah banyak, diantaranya ialah memperbanyak membaca do'a, puasa Rajab, memperbanyak shalat sunnah, membaca surat yasin, membaca shalawat dan istighfar serta dianjurkan memperbanyak membaca sayyidul istighfar.
Dalam sebuah kitab disebutkan, barang siapa membaca istighfar :   أَللَّّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ
Setiap pagi dan sore dalam bulan Rajab sebanyak 70 kali dengan mengangkat tangan, maka kelak di Hari akhir akan diselamatkan dari api neraka.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More